Pandeglang – TARGETINDO.COM – Iip Suramiharja, Kepala Desa Munjul Kecamatan Munjul Kabupaten Pandeglang Banten dalam minggu-minggu akhir di bulan Februari 2026 membuat surat untuk warga se Desa Munjul
Yang mana dalam Surat tersebut, Kepala Desa Munjul, Iip Suramiharja yang memiliki sebutan di akun media sosial sebagai Budak Angon, dengan sengaja dan dibuat khusus untuk diketahui oleh warganya, isi surat yang tersebar
Adapun isi dalam surat tersebut, Iip (sapaan akrab) Kepala Desa Munjul menuturkan prihal kondisi di tahun 2026, bahwa di tahun 2026 kali ini dirinya selaku Kepala Desa di Pemerintah Desa Munjul tidak bisa mewujudkan hingga melayani kepada masyarakat seperti tahun sebelumnya
Seperti halnya melakukan pembangunan Infrastuktur Jalan, Perbaikan Saluran Air (Irigasi) sebagai salah satu sarana pertanian, Tidak Bisa Memberikan PMT untuk Posyandu, tidak bisa menyalurkan BLT sebanyak mungkin bagi warga yang tidak mampu
Berikut kutipan isi surat yang dapat media sampaikan
“Bukan karena kami lelah mengabdi dan bukan karena kami berhenti peduli, tetapi karena kami harus jujur. kepada warga desa yang kami cintai, Ke depan, kami tidak lagi bisa melayani. seperti tahun-tahun sebelumnya, Kami harus menyampaikan dengan terbuka,
bahwa banyak hal yang dulu bisa kami lakukan, kini tidak lagi mampu kami wujudkan, Kami tidak bisa lagi membangun jalan-jalan desa yang rusak, seperti yang dulu kita perbaiki bersama, Kami tidak bisa lagi memperbaiki saluran irigasi yang rusak, padahal kami tahu. itu menyangkut sawah, panen dan penghidupan warga.
Kami tidak bisa lagi memberikan PMT untuk posyandu” salah satu kutipan dari Surat yang disampaikan Iip untuk warga Desa Munjul, Jum’at, 27/02/2026
Lebih lanjut, dalam isi surat yang dituliskan Iip untuk warganya menyampaikan hal terkait kebencanaan, bahwa pihaknya tidak bisa berbuat banyak seperti yang pernah upayakan sebelumnya, selain itu, Iip juga menyampaikan, bahwa masih banyaknya kebutuhan warga yang terpaksa harus ditunda, bukan karena pihaknya tidak mau, melainkan karena tidak mampu karena minimnya Anggaran DD di Tahun 2026
“Semua ini bukan karena kami tidak peduli. Bukan karena kami berhenti ingin berbuat baik. Namun karena kenyataan yang harus kita hadapi bersama: Dana Desa yang kami terima saat ini tinggal sekitar sepertiga dari tahun sebelumnya, Sepertiga anggaran, namun harapan warga tetap utuh, Di situlah hati kami sering terasa sesak, karena keinginan kami untuk melayani jauh lebih besar dari pada kemampuan yang kami miliki hari ini, Kami ikut sedih, ketika tidak bisa membantu lebih banyak.
Kami ikut merasa bersalah, ketika harus menjawab kebutuhan warga dengan kata paling berat: “belum bisa.”” lanjut kutipan dalam surat terbuka
Diakhir penutupan suratnya, Iip menyampaikan melalui surat terbukanya, tanpa pembelaan, tanpa alasan yang dibungkus kata-kata indah, dirinya menyampaikan dengan tulus:
“Kami mohon maaf. Maaf karena keterbatasan ini, Maaf karena banyak harapan yang belum bisa kami penuhi.
Maaf karena pelayanan kami, tidak lagi seperti dulu, Namun satu hal yang ingin kami tegaskan: kepedulian kami tidak berkurang dan rasa tanggung jawab kami tidak hilang, Kecintaan kami pada desa ini tetap utuh, Dalam kondisi yang serba terbatas, kami akan menjaga amanah rakyat dengan jujur, terbuka, dan seadil-adilnya, Dan kami mohon,
jangan biarkan keterbatasan anggaran memutus kebersamaan kita. Karena ketika dana berkurang, yang tidak boleh ikut berkurang adalah gotong royong, kepedulian dan keyakinan bahwa desa ini harus dibangun bersama. Bukan hanya oleh pemerintah desa, Terima kasih atas pengertian, kesabaran dan doa dari seluruh warga, Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan hari ini dan jalan yang lebih baik di hari esok” Tutupnya


