• Redaksi
Jumat, Juni 12, 2026
Target Indo Banten
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Tanggerang
    • Kota Serang
    • Tanggerang Selatan
    • Kab Lebak
    • Kab Pandeglang
    • Kab Serang
    • Kab Tanggerang
    • Kota Cilegon
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Tanggerang
    • Kota Serang
    • Tanggerang Selatan
    • Kab Lebak
    • Kab Pandeglang
    • Kab Serang
    • Kab Tanggerang
    • Kota Cilegon
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
Target Indo Banten
No Result
View All Result

Menelusuri Jejak Mataram di Bumi Tangerang Selatan Melalui Sosok Pendahulu Ciputat dan Pondok Ranji. ” H.Isa (Lurah Sodah)”

Redaksi by Redaksi
November 7, 2022
in Berita Terbaru, Peristiwa, Tanggerang Selatan
0
Menelusuri Jejak Mataram di Bumi Tangerang Selatan Melalui Sosok Pendahulu Ciputat dan Pondok Ranji. ” H.Isa (Lurah Sodah)”
164
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Tanggerang – TARGETINDO.COM – Sedikit menguras energi tenaga dan pikiran menelusuri jejak salah seorang Tokoh Ciputat ini. Berjibaku dng arsip2 Belanda dan Nasional demi mencari benang merah Pengaruh Mataram di Bumi Tangerang Selatan. Di samping minimnya literatur arsip, jejak material baik batu nisan dan perkakas kebendaan lainpun sulit didapatkan. Satu2nya pasfor ut masuk lebih jauh menggali sejarahnya adl nashab yg ditinggalkan oleh beliau yakni anak cucu dan keturunannya.

Adalah H.Isa. Atau yg lebih dikenal masyarakat dng sebutan, Lurah Sodah. Setelah mempersunting Hj. Aisyah yg merupakan keturunan Kyai Ranji, dirinya menduduki jabatan sebagai Lurah Pertama di Kampung Pondok Ranji di tahun 1870-1946. Disamping aktifitas beliau sbg pemimpin wilayah, dirinya juga dikenal sebagai guru ngaji dan mengajari ilmu beladiri aliran Hai Khun kepada masyarakatnya.

Dari hasil pernikahannya dengan Hj.Aisyah yg masih merupakan keturunan Sang Pendiri Cianjur, Raja Wiratanu Sukma, memperoleh beberapa orang anak antara lain;H.Su’ih, H.Kisam, H.Asep Basri, Mayor Musa dan Munji Efendi.

Yang menarik dari sosok Tokoh yg satu ini adalah menurut ahli waris keturunannya, leluhurny dikabarkan berasal dari Mataram yg memiliki nashab yg tersambung langsung pada Raden Pranoto Danuningrat.
Di sinilah awal jejak petualangan sy dimulai.

Siapakah Pranoto Danuningrat ? Berdasarkan buku:Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde, 1873, tercatat beberapa nama Regent van Magelang (Bupati Magelang) berasal dari trah Mataram.
Di antaranya: Danoekromo Alwie, bergelar Danoeningrat I (1812-1816), Hamdani bin Alwie, bergelar Danoeningrat II (1826-1962), Said bin Hamdani, bergelar Danoeningrat III (1862-1878)

Jika melihat dari trah Danoeningrat yg berasal dari pembesar Magelang yg dipercayakan sbg Bupati, apakah Pranoto Danuningrat berasal dari anak salah seorang Bupati Magelang?Jika benar demikian, maka tak diragukan lagi jika Tokoh Ciputat ini berasal dari darah kebangsawanan Mataram. Itu bisa dibuktikan dng pepatah, “Buah tak jatuh jauh dari pohonnya”, Buktinya dirinya bisa membuktikan hal tersebut dng menduduki jabatan sbg Lurah pertama di Pondok Raji pada tahun 1870-1946.

Bahkan anak-anak dari beliau juga sempat berkecimpung di dunia pemerintahan. Ada yg bekerja sebagai juru tulis di awal berdirinya Kecamatan Ciputat, Ada yang ditugaskan mendirikan Kecamatan Rajek Tangerang, bahkan ada yang dipercayakan mengawal acara-acara keagamaan di Sekopol Pasar Jumat dan menjadi imam di Masjid Istiqomah Cempaka Putih hingga akhir hayatnya.

Namun sayang, upaya saya untuk terus menggali siapa dan bagaimana H. Isa ini bisa berada di daerah Pondok Ranji dan menetap hingga meninggalkan banyak anak cucu keturunannya masih membutuhkan waktu yg panjang. Smg ke depannya sy bisa menemukan data2 serta referensi yg lebih lengkap guna menggali sejarahTangerang Selatan sebagai khasanah kekayaan sejarah bagi generasi kita di masa yg akan datang…***

Wallahu a’lam bishawab
Semoga Manfaat

Oleh: Agam Pamungkas Lubah

Padepokan Roemah Boemi Pamoelang
07 November 2022

Referensi:
-Tijdschrift voor Indische taal-, land-, en volkenkunde, 1873
-Land en volk van Java,C.G. Lekkerkeker, 1938
-Hasil diskusi dng Mang Ade Salamun

Previous Post

TNI Angkatan Udara Gelar Open Day Indodefence 2022 di Lanud Halim Perdanakusuma

Next Post

Prahara Mutasi, Nasib Anak Yatim Siswa SMA Negeri 3 Pandeglang Terkatung-katung

Redaksi

Redaksi

Next Post
Prahara Mutasi, Nasib Anak Yatim Siswa SMA Negeri 3 Pandeglang Terkatung-katung

Prahara Mutasi, Nasib Anak Yatim Siswa SMA Negeri 3 Pandeglang Terkatung-katung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITATERPOPULER

  • Puan Maharani Dilaporkan ke Makhkamah Kehormatan Dewan Oleh Seluruh Organisasi Pemerintah Desa se Indonesia

    Puan Maharani Dilaporkan ke Makhkamah Kehormatan Dewan Oleh Seluruh Organisasi Pemerintah Desa se Indonesia

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Kadinkes Provinsi Banten Menjawab, Menagemen Bungkam Saat Puluhan Karyawan RSUD Banten Menjerit

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kembali Terulang, Diduga Pihak Menejemen RSUD Banten Telat Bayar Jaspel Para Pegawai

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Sidang Lanjutan Gugatan Prades Sobang, Saksi Fakta dan Ahli Menjelaskan

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kesaksian Camat Sobang di Sidang PTUN Serang Dikritik Ketua PPDI Pandeglang

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
Target Indo Banten

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP

  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Tanggerang
    • Kota Serang
    • Tanggerang Selatan
    • Kab Lebak
    • Kab Pandeglang
    • Kab Serang
    • Kab Tanggerang
    • Kota Cilegon
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP