Pandeglang – TARGETINDO.COM – Tepat pada tanggal 18 November 2022 / 18 November 1912 bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1330 H persyarikatan Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis yang kemudian lebih dikenal dengan nama KH Ahmad Dahlan. Muhammadiyah didirikan di Kauman tidak jauh dari Keraton Kesultanan Yogyakarta.
Ahmad Dahlan merupakan pegawai di Kesultanan Yogyakarta yang juga seorang khatib sekaligus pedagang. Beliau memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922.
Sejarah berdirinya Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi pergerakan Islam modern di Indonesia, Muhammadiyah merupakan bagian dari sejarah Indonesia, Kontribusinya sebagai pembawa modernitas dalam Islam tidak bisa dianggap enteng
Di tangan pendirinya, Kiai Haji Ahmad Dahlan, Muhammadiyah menjadi ormas Islam yang besar. Apalagi Muhammadiyah berdiri dengan napas amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid (pembaruan).
Muhammadiyah tidak hanya mengusung paham agama Islam tetapi juga turut memajukan bidang pendidikan, terutama memberantas keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan di kalangan penduduk pribumi.
Merujuk pasa situs resmi Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Desa Kauman, Yogyakarta. Organisasi ini didirikan tepat setelah KH. Ahmad Dahlan tiba dari Tanah Suci, Mekkah.
Di Mekkah, pria bernama asli Muhammad Darwis ini mewarisi ilmu yang didapatnya dari belajar agama dan tinggal bersama ulama setempat.
Bagi KH. Ahmad Dahlan, niat mendirikan Muhammadiyah mulanya tidak lain untuk memerangi praktik mistik sekaligus mengentaskan kemiskinan masyarakat pribumi akibat penjajahan Belanda.
Menurut Ridho Al-Hamdi dalam buku Paradigma Politik Muhammadiyah (2020) mengutip VOI, ajaran yang dianut KH. Ahmad Dahlan di Muhammadiyah sepenuhnya mengembuskan renungan kritis terhadap ayat-ayat Alquran yang diselaraskan dengan konteks dan permasalahan zaman.
Memadukan antara nash (dalil) dan waqi’ (konteks zaman) berhasil menghadirkan wajah peradaban Islam yang positif dan progresif.
KH. Ahmad Dahlan menggunakan Alquran sebagai inspirasi untuk membentuk Muhammadiyah yang tumbuh menjadi gerakan reformis-modernis.
Gerakan ini kemudian mampu mencerahkan dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam memerangi kemiskinan dan kebodohan khususnya di Yogyakarta.
Langkah yang membawanya dalam keberhasilan ini kemudian membuat nama Muhammadiyah menggema di Yogyakarta hingga merambah di dalam dan luar Jawa.
Apalagi seluruh program yang dihadirkan Muhammadiyah saat itu diarahkan untuk membebaskan dan memberdayakan masyarakat miskin dan terpinggirkan.
Sejak Muhammadiyah berdiri, KH. Ahmad Dahlan pun sering mengajak murid-muridnya untuk mengasuh anak yatim piatu yang kurang mampu, Semangat keberpihakan kepada rakyat yang tidak memiliki keberdayaan menjadi semangat dan napas gerakan Muhammadiyah.
Selain panti asuhan, Muhammadiyah juga mendirikan rumah sakit untuk fakir miskin. Selain itu, ada juga sejumlah kegiatan pendidikan bagi masyarakat miskin.
Apalagi organisasi perempuan Muhammadiyah juga terbilang aktif, yang kemudian dikenal dengan nama Aisyiyah pada 1917. Organisasi otonom ini berfokus mengembangkan pendidikan anak-anak dan perempuan tanah air.
Atas sumbangsihnya, presiden pertama Indonesia Soekarno bahkan mengaku takjub. Muhammadiyah, kata Bung Karno, telah berani muncul untuk memodernisasi cara mengembangkan Islam di seluruh Nusantara.
Kesepahaman bersama antara Muhammadiyah dan Bung Karno dalam mengentaskan kemiskinan menjadi dasar untuk terus mendukung ormas-ormas Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tumbuh dewasa.
Itulah sejarah berdirinya Muhammadiyah yang dicetus KH. Ahmad Dahlan
Sebagaiman yang disampaikan Ilma Fatwa, salah satu Tokoh Pemuda Muhamadiyah Kabupaten Pandeglang mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini, Muhammadiyah akan menggelar muktamar tepatnya Pekan ini dari Sabtu hingga Ahad (19-20 November 2022/24-35 Rabiulakhir 1444 H), Muhammadiyah akan melaksanakan muktamar ke-48 yang bertempat di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Tema besar yang akan menjadi pembahasan adalah perihal isu-isu keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal
Sumber : dari berbagai sumber diantaranyanya CNN


