• Redaksi
Rabu, September 9, 2026
Target Indo Banten
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Tanggerang
    • Kota Serang
    • Tanggerang Selatan
    • Kab Lebak
    • Kab Pandeglang
    • Kab Serang
    • Kab Tanggerang
    • Kota Cilegon
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Tanggerang
    • Kota Serang
    • Tanggerang Selatan
    • Kab Lebak
    • Kab Pandeglang
    • Kab Serang
    • Kab Tanggerang
    • Kota Cilegon
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional
No Result
View All Result
Target Indo Banten
No Result
View All Result

Sejarah Berdirinya Organisasi Muhammadiyah di Indonesia

Redaksi by Redaksi
November 18, 2022
in Berita Terbaru, Nasional, Peristiwa
0
Sejarah Berdirinya Organisasi Muhammadiyah di Indonesia
142
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Pandeglang – TARGETINDO.COM – Tepat pada tanggal 18 November 2022 / 18 November 1912 bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1330 H persyarikatan Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis yang kemudian lebih dikenal dengan nama KH Ahmad Dahlan. Muhammadiyah didirikan di Kauman tidak jauh dari Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Ahmad Dahlan merupakan pegawai di Kesultanan Yogyakarta yang juga seorang khatib sekaligus pedagang. Beliau memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922.

Sejarah berdirinya Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi pergerakan Islam modern di Indonesia, Muhammadiyah merupakan bagian dari sejarah Indonesia, Kontribusinya sebagai pembawa modernitas dalam Islam tidak bisa dianggap enteng

Di tangan pendirinya, Kiai Haji Ahmad Dahlan, Muhammadiyah menjadi ormas Islam yang besar. Apalagi Muhammadiyah berdiri dengan napas amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid (pembaruan).

Muhammadiyah tidak hanya mengusung paham agama Islam tetapi juga turut memajukan bidang pendidikan, terutama memberantas keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan di kalangan penduduk pribumi.

Merujuk pasa situs resmi Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Desa Kauman, Yogyakarta. Organisasi ini didirikan tepat setelah KH. Ahmad Dahlan tiba dari Tanah Suci, Mekkah.

Di Mekkah, pria bernama asli Muhammad Darwis ini mewarisi ilmu yang didapatnya dari belajar agama dan tinggal bersama ulama setempat.

Bagi KH. Ahmad Dahlan, niat mendirikan Muhammadiyah mulanya tidak lain untuk memerangi praktik mistik sekaligus mengentaskan kemiskinan masyarakat pribumi akibat penjajahan Belanda.

Menurut Ridho Al-Hamdi dalam buku Paradigma Politik Muhammadiyah (2020) mengutip VOI, ajaran yang dianut KH. Ahmad Dahlan di Muhammadiyah sepenuhnya mengembuskan renungan kritis terhadap ayat-ayat Alquran yang diselaraskan dengan konteks dan permasalahan zaman.

Memadukan antara nash (dalil) dan waqi’ (konteks zaman) berhasil menghadirkan wajah peradaban Islam yang positif dan progresif.

KH. Ahmad Dahlan menggunakan Alquran sebagai inspirasi untuk membentuk Muhammadiyah yang tumbuh menjadi gerakan reformis-modernis.

Gerakan ini kemudian mampu mencerahkan dan memajukan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam memerangi kemiskinan dan kebodohan khususnya di Yogyakarta.

Langkah yang membawanya dalam keberhasilan ini kemudian membuat nama Muhammadiyah menggema di Yogyakarta hingga merambah di dalam dan luar Jawa.

Apalagi seluruh program yang dihadirkan Muhammadiyah saat itu diarahkan untuk membebaskan dan memberdayakan masyarakat miskin dan terpinggirkan.

Sejak Muhammadiyah berdiri, KH. Ahmad Dahlan pun sering mengajak murid-muridnya untuk mengasuh anak yatim piatu yang kurang mampu, Semangat keberpihakan kepada rakyat yang tidak memiliki keberdayaan menjadi semangat dan napas gerakan Muhammadiyah.

Selain panti asuhan, Muhammadiyah juga mendirikan rumah sakit untuk fakir miskin. Selain itu, ada juga sejumlah kegiatan pendidikan bagi masyarakat miskin.

Apalagi organisasi perempuan Muhammadiyah juga terbilang aktif, yang kemudian dikenal dengan nama Aisyiyah pada 1917. Organisasi otonom ini berfokus mengembangkan pendidikan anak-anak dan perempuan tanah air.

Atas sumbangsihnya, presiden pertama Indonesia Soekarno bahkan mengaku takjub. Muhammadiyah, kata Bung Karno, telah berani muncul untuk memodernisasi cara mengembangkan Islam di seluruh Nusantara.

Kesepahaman bersama antara Muhammadiyah dan Bung Karno dalam mengentaskan kemiskinan menjadi dasar untuk terus mendukung ormas-ormas Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tumbuh dewasa.

Itulah sejarah berdirinya Muhammadiyah yang dicetus KH. Ahmad Dahlan

Sebagaiman yang disampaikan Ilma Fatwa, salah satu Tokoh Pemuda Muhamadiyah Kabupaten Pandeglang mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini, Muhammadiyah akan menggelar muktamar tepatnya Pekan ini dari Sabtu hingga Ahad (19-20 November 2022/24-35 Rabiulakhir 1444 H), Muhammadiyah akan melaksanakan muktamar ke-48 yang bertempat di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Tema besar yang akan menjadi pembahasan adalah perihal isu-isu keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal

Sumber : dari berbagai sumber diantaranyanya CNN

Previous Post

Audiensi Tak Diindahkan, DPW JPMI Lanjut Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Next Post

Proyek Jalan Usaha Tani Desa Ciseureuheun-Cigeulis Dipertanyakan Sejumlah Aktivis

Redaksi

Redaksi

Next Post
Proyek Jalan Usaha Tani Desa Ciseureuheun-Cigeulis Dipertanyakan Sejumlah Aktivis

Proyek Jalan Usaha Tani Desa Ciseureuheun-Cigeulis Dipertanyakan Sejumlah Aktivis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITATERPOPULER

  • Puan Maharani Dilaporkan ke Makhkamah Kehormatan Dewan Oleh Seluruh Organisasi Pemerintah Desa se Indonesia

    Puan Maharani Dilaporkan ke Makhkamah Kehormatan Dewan Oleh Seluruh Organisasi Pemerintah Desa se Indonesia

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Kadinkes Provinsi Banten Menjawab, Menagemen Bungkam Saat Puluhan Karyawan RSUD Banten Menjerit

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Kembali Terulang, Diduga Pihak Menejemen RSUD Banten Telat Bayar Jaspel Para Pegawai

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Sidang Lanjutan Gugatan Prades Sobang, Saksi Fakta dan Ahli Menjelaskan

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Kesaksian Camat Sobang di Sidang PTUN Serang Dikritik Ketua PPDI Pandeglang

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
Target Indo Banten

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP

  • Redaksi

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Daerah
    • Kota Tanggerang
    • Kota Serang
    • Tanggerang Selatan
    • Kab Lebak
    • Kab Pandeglang
    • Kab Serang
    • Kab Tanggerang
    • Kota Cilegon
  • Politik
  • Investigasi
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Pariwara
  • Opini
  • Internasional
  • Nasional

© 2020 PT TARGET INDO CENTRAL GRUP