Pandeglang – TARGETINDO.COM – Pupuk merupakan salah satu faktor produksi yang penting dan sangat menentukan dalam keberhasilan usaha pertanian, Namun, keberadaannya masih saja belum sesuai dengan harapan terutama oleh petani yang paling berkepentingan
Tidak jarang, ketika musim tanam tiba, sang pupuk mulai langka, Kalaupun ada tersedia, tetapi pedagang sudah menaikkan harga, Alasannya bermacam-macam, Biasanya banyak pihak yang ingin mengeruk keuntungan melalui berbagai permainan.
UPPO atau unit Pengolah Pupuk Organik yang bisa dijadikan sebagai salah satu solusinya, UPPO merupakan kegiatan nasional yang melibatkan peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan dari pusat hingga daerah
Banyak manfaat dari UPPO ini karena tujuannya adalah, memproduksi pupuk organik secara in situ dengan pemanfaatan limbah ternak, mendukung peningkatan produksi, produktivitas, mutu hasil serta memberikan nilai tambah dan peningkatan pendapatan petani.
Namun lain halnya dengan Program UPPO yang sudah dilaksanakan di Desa Sukamulya Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang Banten, dimana program tersebut disinyalir digunakan sebagai ajang menguntungkan salah seorang dari anggota Kelompok Tani yang mendapatkan Program
Dimana program tersebut, ternak sapi, kuat dugaan satu ekor sapi diperjual belikan untuk kepentingan pribadi, saat media coba konfirmasi melalui surat dari redaksi Nomor : targetindo/012/VII/2023 tertanggal 07 Juli 2023, kepada bendahara Kelompok Tani yang mendapatkan program tersebut, tidak mendapatkan respon
Sedangkan saat media tanyakan kepada sekretaris kelompok, Saeful Bahri yang merupakan Kasi Pembangunan di Desa Sukamukla sekaligus merangkap sebagai Sekretaris Kelompok yang mendapatkan program ternak sapi (UPPO), mengatakan bahwa satu ekor sapi tersebut ditukar karena menurutnya tidak produksi
Hal tersebut mebuat geram Aktivis Gerkana Perubahan (Gerhana) Banten, U Alhadi, bahwa adanya dugaan kongkalingkong antara Kelompok penerima program dengan Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Cikeusik hingga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang
Alhadi meangatakan, bahwa selama tahapan investigasi dan konfirmasi ada kesimpangsiuran yang terjadi dan ditemukan di lapangan, dari mulai pernyataan kelompok, baik bendahara, sekretaris, Korluh Pertanian dan Sekretaris Dinas DPKP Kabupaten Pandeglang
Dirinya pun meminta, adanya Keterbukaan yang dilakukan oleh penerima program, karena dalam proses penjualan yang dilakukan diduga tidak melalui prosedur dengan baik, intinya ada kepentingan pribadi dari kelompok
Bahkan dirinya, dalam waktu dekat akat mengadakan Audiensi dengan Pihak Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Cikeusik, terkait adanya alasan penukaran hewan dari program UPPO tersebut, serta dirinya bersama Tim Forwas akan berunjuk rasa di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pandeglang, karena Lemahnya Pengawasan dari pihak Pemerintah kepada Poktan penerima program UPPO
Untuk diketahui, bahwa program UPPI tersebut untuk memperingan para petani dalam mencukupi kebutuhan pupuk, dalam hal ini, menggunakan pupuk organik (Tim)


