Pekerjaan Preservasi Ruas Jalan Simpang Pandeglang – TARGETINDO.COM – Pelaksanaan pekerjaan kegiatan paket Preservasi Jalan Simpang Labuhan – Saketi – Pandeglang – Rangkasbitung, dikeluhkan warga. Pasalnya, pekerjaan yang tengah dilaksanakan di Kampung Kadu Hapa Desa Babakan Lor Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang, Banten tersebut, menggali akses masuk ke kampung tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh sejumlah warga masyarakat kepada media ini. Mereka mengatakan, selain akses jalan terputus, karena pihak pelaksana melakukan penggalian sekaligus, air PDAM yang biasa mengalir pun terhenti, karena mungkin terhantam alat berat yang digunakan pada pekerjaan tersebut.
“Tidak ada jalan masuk, harus berputar untuk masuk ke kampung kami, karena akses jalan di pertigaan sana, digali sekaligus oleh pelaksana jalan tersebut,” ungkap sejumlah warga, Senin (29/01/2024).
Seharusnya, kata mereka, pelaksana tersebut menggali separuh separuh dulu akses jalan itu, jadi kegiatan masyarakat tidak terganggu. Anehnya lagi, lanjut mereka, tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada kami warga masyarakat, tau tau ada galian saja di jalan akses tersebut. “Bukannya kami tidak mendukung pembangunan, tapi kalau pelaksanaan pembangunannya mengganggu aktivitas warga, ya kami harus mengeluhkan juga pekerjaan tersebut,” tambahnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Aktivis Pandeglang yang juga sebagai Ketua Peleton Pemuda Pandeglang, Aris Doris. Dia menyayangkan pihak pelaksana pekerjaan yang tidak memikirkan kepentingan warga masyarakat.
“Seperti yang dikeluhkan oleh sejumlah warga masyarakat tadi, kami bukannya tidak mendukung pembangunan, tapi metode yang dilakukan oleh pelaksana pekerjaan, dengan menggali sekaligus akses masuk ke kampung kami, itu mengganggu aktivitas warga,” tegasnya.
Warga banyak yang menyampaikan kepada saya, masih kata Doris, selain terganggu akses aktivitas warga akibat pekerjaan tersebut, kemudian aliran air bersih PDAM terputus, juga tidak ada sosialisasi kepada warga masyarakat, baik dari pelaksana, ataupun dari pihak desa.
“Oleh karena itu, saya selaku aktivis dan juga warga pribumi Desa Babakan Lor, saya mendesak kepada pelaksana pekerjaan segera selesaikan pekerjaan tersebut, dan kami pun dari Peleton Kabupaten Pandeglang, akan mempertanyakan hal ini kepada instansi terkait,” pungkasnya.
Pantauan dilokasi, memang pekerjaan tersebut sedang dilaksanakan, dan memang di pertigaan jalan masuk ke dan keluar dari Kampung Kadu Hapa Desa Babakan Lor, sama sekali tidak bisa dilalui oleh roda dua maupun roda empat karena digali sekaligus menggunakan alat berat.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, pekerjaan milik Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Banten tersebut, Nama kegiatannya paket Preservasi Jalan Simpang Labuhan – Saketi – Pandeglang – Rangkasbitung yang dilaksanakan oleh PT. Rama Abadi Pratama selaku penyedia jasa. Sementara pekerjaan berlokasi di lokasi kegiatan ruas jalan Nasional Simpang Labuhan – Saketi – Pandeglang – Rangkasbitung dengan jenis kegiatan, Preservasi pemeliharaan rutin jalan yang terdiri dari Pemeliharaan rutin sepanjang 23,53 Km dan Pemeliharaan rutin kondisi sepanjang 21,28 Km.
Kemudian, pekerjaan rekontruksi, rehabilitasi jalan berupa Pekerjaan Minor jalan = 1, 30 KM, Pekerjaan mayor jalan = 0,80 Km dan Penanganan longsoran = 70 Meter. Selain itu juga ada Drainase sepanjang 1. 050 Meter, Pemeliharaan berkala jembatan = 64,40 Meter dengan Waktu pelaksanaan mulai pada 11 Desember 2023, hingga 31 Desember 2024. (Red)


