Nasional – TARGETINDO.COM – Kejaksaan Negeri Garut terus menunjukkan komitmennya dalam membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dengan menghadirkan berbagai inovasi layanan publik yang humanis, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Helena Octavianne menyampaikan bahwa upaya ini merupakan bentuk nyata dari semangat reformasi birokrasi dan pelayanan prima. Sejumlah inovasi telah diluncurkan, di antaranya:
Tilang Drive Thru: Inovasi yang mempermudah masyarakat dalam pengambilan barang bukti tilang tanpa harus turun dari kendaraan.
Posko Keadilan Perempuan dan Anak: Layanan khusus yang memberikan perlindungan dan pendampingan hukum kepada perempuan dan anak korban tindak pidana.
Rumah Restorative Justice di Seluruh Desa: Menyediakan ruang mediasi berbasis keadilan restoratif yang mudah diakses oleh masyarakat desa.
Layanan Antar Jemput Saksi: Memfasilitasi para saksi agar dapat hadir memberikan keterangan tanpa beban transportasi, sebagai bentuk perlindungan dan penghargaan terhadap partisipasi mereka dalam proses hukum.
Program Dulur Adhyaksa: Inovasi unggulan yang menjembatani masyarakat dengan kejaksaan, membuka akses edukasi hukum, layanan pengaduan, dan konsultasi hukum secara cepat, mudah, dan humanis.
Podcast Domba Garut: Media edukatif yang menyampaikan informasi hukum secara santai dan mudah dipahami, sebagai upaya pendekatan hukum ke hati masyarakat.
“Seluruh inovasi ini bukan hanya simbol, tetapi bukti dedikasi kami dalam membangun budaya pelayanan prima di Kejaksaan Negeri Garut,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Garut Helena Octavianne.
Selain itu ungkap Helena, Abenk Marco Aktor “Preman Pensiun” telah menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial yang digelar oleh komunitas Dulur Adhyaksa.
“Dalam kegiatannya Abenk Marco membantu Kejaksaan Negeri Garut melakukan edukasi hukum bagi warga sekitar, yang mana kegiatan tersebut sangat positif seperti,” papar Helena Octavianne.
Kepala Kejaksaan Negeri Garut menjelaskan kehadiran Abenk Marco menjadi motivasi tersendiri bagi warga.
“Beliau adalah sosok yang rendah hati, dan kehadirannya hari ini menunjukkan bahwa dunia hiburan bisa berjalan beriringan dengan gerakan sosial yang mengedukasi masyarakat dalam menumbuhkan kesadaran hukum,” tuturnya.
Capaian Kinerja Mengesankan Tahun 2024
Dalam laporan kinerja tahun 2024, Kejaksaan Negeri Garut mencatat hasil yang membanggakan dengan capaian kinerja sebagai berikut:
Bidang Intelijen: 99,99%
Bidang Pidana Umum (Pidum): 99,96%
Bidang Pidana Khusus (Pidsus): 99,99%
Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun): 99,71%
Capaian ini diraih berkat kerja keras, dedikasi, dan sinergi yang solid antar bidang di lingkungan Kejaksaan Negeri Garut.
Prestasi dan Penghargaan
Sebagai bukti keberhasilan dalam pembangunan zona integritas, Kejaksaan Negeri Garut berhasil meraih nilai maksimal 4,0 dalam penilaian internal SPAK (Survei Penilaian Agen Perubahan) dan SPKP (Survei Penilaian Kepuasan Publik). Penilaian ini turut diperkuat oleh testimoni masyarakat serta publikasi media yang positif terhadap layanan dan kinerja Kejaksaan Negeri Garut.
Dengan semangat kolaborasi dan integritas, Kejaksaan Negeri Garut optimistis meraih predikat WBK dan WBBM sebagai bagian dari wujud nyata perubahan birokrasi yang bersih dan melayani (Red)


